aq angga...
kamu bisa panggil aku Tom Cruise
Sabtu, 31 Januari 2009
Rabu, 21 Januari 2009
Raport
ALhamdulillah...
Semua keburukan pasti berujung sejuTa kebAikan
Setelah melewati ujian semester yang super alot kemudian disusul dEngan try ouT uan yang tak kunjung selesai, akHirnya bAnyak juga remidi yang saya lakoNi...
BAyangkan saja, dari matematika, fisika, bioloGi sampai bAhasa IndoNesia saya melakoNi remidi itU semua...
Rasanya pengen nanGis, marah, menyaLahkan TUhan, sampai pengen mati (parah kan?)
karena apa?Karena teman-teman saya ngGak ada yang menjalani remidi sebAnyak saya...
Cuma saya seorang!
Ehm...Tapi yang paling saya takuTi adalah saya terlempar laGi dari ranking 10 besar...Sumpah saya benar-benar takuT...
DEngan beGitU, hati saya menjadi terlecuT untUk berdoa jauh lebiH keras...Bener-bener keras...
Setiap paGi, siang, sore, malam...Saya tak pernah berhenti berdoa bAhkan sesekaLi menanGis haru di hadapan-Nya...Meminta agar nilai-nilai saya berubAh menjadi lebiH bAik...
MenuruT loGika memang tak mungkin, namun dalam keadaAn seperti ini saya tak mungkin berPikir dEngan loGika, tapi kasiH dan kekuasaAn ALLAH tak mungkin dapat di loGika...Dan untUngnya saya percAya itU...
Wuah...Hari pembAGian raport tibA juga, di rumah, saya menanti dEngan berjuTa rasanya, jauh lebiH berjuTa rasanya daripada jatUh cinta...
Dan teret....
Saya masuk 10 besar...
BerSyukur yang tak mampu terucApkan...
SungGuh...Doa saya selama ini sangat dikaBuLkan...BAhkan Allah memberi saya lebiH!
Dari sini, saya belajar bAnyak sekaLi...
Andai saja, waktU itU saya tidak mendapatkan remidi seaBrek belum tentU juga saya bisa masuk 10 besar laGi karena kemungkinan besar saya tidak akan berdoa dEngan sebeGitU kerasnya...
Bukankah Allah sudah berfirman jika dibALik kesusahan pasti ada kebAHaGiaAn dan dibALik kesenangan selalu datang keseDiHan...
Tak perLu ragu dEngan segala rencAna Allah...
Semua keburukan pasti berujung sejuTa kebAikan
Setelah melewati ujian semester yang super alot kemudian disusul dEngan try ouT uan yang tak kunjung selesai, akHirnya bAnyak juga remidi yang saya lakoNi...
BAyangkan saja, dari matematika, fisika, bioloGi sampai bAhasa IndoNesia saya melakoNi remidi itU semua...
Rasanya pengen nanGis, marah, menyaLahkan TUhan, sampai pengen mati (parah kan?)
karena apa?Karena teman-teman saya ngGak ada yang menjalani remidi sebAnyak saya...
Cuma saya seorang!
Ehm...Tapi yang paling saya takuTi adalah saya terlempar laGi dari ranking 10 besar...Sumpah saya benar-benar takuT...
DEngan beGitU, hati saya menjadi terlecuT untUk berdoa jauh lebiH keras...Bener-bener keras...
Setiap paGi, siang, sore, malam...Saya tak pernah berhenti berdoa bAhkan sesekaLi menanGis haru di hadapan-Nya...Meminta agar nilai-nilai saya berubAh menjadi lebiH bAik...
MenuruT loGika memang tak mungkin, namun dalam keadaAn seperti ini saya tak mungkin berPikir dEngan loGika, tapi kasiH dan kekuasaAn ALLAH tak mungkin dapat di loGika...Dan untUngnya saya percAya itU...
Wuah...Hari pembAGian raport tibA juga, di rumah, saya menanti dEngan berjuTa rasanya, jauh lebiH berjuTa rasanya daripada jatUh cinta...
Dan teret....
Saya masuk 10 besar...
BerSyukur yang tak mampu terucApkan...
SungGuh...Doa saya selama ini sangat dikaBuLkan...BAhkan Allah memberi saya lebiH!
Dari sini, saya belajar bAnyak sekaLi...
Andai saja, waktU itU saya tidak mendapatkan remidi seaBrek belum tentU juga saya bisa masuk 10 besar laGi karena kemungkinan besar saya tidak akan berdoa dEngan sebeGitU kerasnya...
Bukankah Allah sudah berfirman jika dibALik kesusahan pasti ada kebAHaGiaAn dan dibALik kesenangan selalu datang keseDiHan...
Tak perLu ragu dEngan segala rencAna Allah...
Raport
ALhamdulillah...
Semua keburukan pasti berujung sejuTa kebAikan
Setelah melewati ujian semester yang super alot kemudian disusul dEngan try ouT uan yang tak kunjung selesai, akHirnya bAnyak juga remidi yang saya lakoNi...
BAyangkan saja, dari matematika, fisika, bioloGi sampai bAhasa IndoNesia saya melakoNi remidi itU semua...
Rasanya pengen nanGis, marah, menyaLahkan TUhan, sampai pengen mati (parah kan?)
karena apa?Karena teman-teman saya ngGak ada yang menjalani remidi sebAnyak saya...
Cuma saya seorang!
Ehm...Tapi yang paling saya takuTi adalah saya terlempar laGi dari ranking 10 besar...Sumpah saya benar-benar takuT...
DEngan beGitU, hati saya menjadi terlecuT untUk berdoa jauh lebiH keras...Bener-bener keras...
Setiap paGi, siang, sore, malam...Saya tak pernah berhenti berdoa bAhkan sesekaLi menanGis haru di hadapan-Nya...Meminta agar nilai-nilai saya berubAh menjadi lebiH bAik...
MenuruT loGika memang tak mungkin, namun dalam keadaAn seperti ini saya tak mungkin berPikir dEngan loGika, tapi kasiH dan kekuasaAn ALLAH tak mungkin dapat di loGika...Dan untUngnya saya percAya itU...
Wuah...Hari pembAGian raport tibA juga, di rumah, saya menanti dEngan berjuTa rasanya, jauh lebiH berjuTa rasanya daripada jatUh cinta...
Dan teret....
Saya masuk 10 besar...
BerSyukur yang tak mampu terucApkan...
SungGuh...Doa saya selama ini sangat dikaBuLkan...BAhkan Allah memberi saya lebiH!
Dari sini, saya belajar bAnyak sekaLi...
Andai saja, waktU itU saya tidak mendapatkan remidi seaBrek belum tentU juga saya bisa masuk 10 besar laGi karena kemungkinan besar saya tidak akan berdoa dEngan sebeGitU kerasnya...
Bukankah Allah sudah berfirman jika dibALik kesusahan pasti ada kebAHaGiaAn dan dibALik kesenangan selalu datang keseDiHan...
Tak perLu ragu dEngan segala rencAna Allah...
Semua keburukan pasti berujung sejuTa kebAikan
Setelah melewati ujian semester yang super alot kemudian disusul dEngan try ouT uan yang tak kunjung selesai, akHirnya bAnyak juga remidi yang saya lakoNi...
BAyangkan saja, dari matematika, fisika, bioloGi sampai bAhasa IndoNesia saya melakoNi remidi itU semua...
Rasanya pengen nanGis, marah, menyaLahkan TUhan, sampai pengen mati (parah kan?)
karena apa?Karena teman-teman saya ngGak ada yang menjalani remidi sebAnyak saya...
Cuma saya seorang!
Ehm...Tapi yang paling saya takuTi adalah saya terlempar laGi dari ranking 10 besar...Sumpah saya benar-benar takuT...
DEngan beGitU, hati saya menjadi terlecuT untUk berdoa jauh lebiH keras...Bener-bener keras...
Setiap paGi, siang, sore, malam...Saya tak pernah berhenti berdoa bAhkan sesekaLi menanGis haru di hadapan-Nya...Meminta agar nilai-nilai saya berubAh menjadi lebiH bAik...
MenuruT loGika memang tak mungkin, namun dalam keadaAn seperti ini saya tak mungkin berPikir dEngan loGika, tapi kasiH dan kekuasaAn ALLAH tak mungkin dapat di loGika...Dan untUngnya saya percAya itU...
Wuah...Hari pembAGian raport tibA juga, di rumah, saya menanti dEngan berjuTa rasanya, jauh lebiH berjuTa rasanya daripada jatUh cinta...
Dan teret....
Saya masuk 10 besar...
BerSyukur yang tak mampu terucApkan...
SungGuh...Doa saya selama ini sangat dikaBuLkan...BAhkan Allah memberi saya lebiH!
Dari sini, saya belajar bAnyak sekaLi...
Andai saja, waktU itU saya tidak mendapatkan remidi seaBrek belum tentU juga saya bisa masuk 10 besar laGi karena kemungkinan besar saya tidak akan berdoa dEngan sebeGitU kerasnya...
Bukankah Allah sudah berfirman jika dibALik kesusahan pasti ada kebAHaGiaAn dan dibALik kesenangan selalu datang keseDiHan...
Tak perLu ragu dEngan segala rencAna Allah...
Rabu, 14 Januari 2009
Sebuah cAtatan tUk esok hari
Ketika kita berPikir tentang hal apa yang harus dilakukan esok, maka secAra tak sengaja kita sudah merentangkan sayap mimpi...
TingGAL bAgaimana kita berani mengepakKan bentangan sayap itU menjadi sebuah rangkaian kepakan sayap yang beGitU indah
maka tak ada salahnya sesekali kita membuat sebuah cAtatan untUk esok hari
sebuah cAtatan kaki di otak kita
tentang sesuatU yang inGin kita lakukan
itU sudah cukup menyetir sayap kebesaran kita terus berkibAr
hingGa tak akan ada pertanyaAn untUk apa kita hidup hari ini
tak ada salahnya kita bermimpi setingGi lanGit
jangan pernah takuT untUk jatUh
karena TUhan sekali pun tak pernah membiarkan kita jatUh saAt kita bermimpi
karena TUhan selalu memberikan pegangan ketika kita merasa rapuh
maka, setelah membAcA tULisan ini
tak usah ragu laGi
untUk segera menyusun sebuah cAtaTan kecil
berisi segala mimPi-mimPi kita
dari hal yang sepele hingGa sepuluh
dan tentU saja mimpi untUk hari esok...
Karena kita harus mempunyai
"sebuah cAtaTan untUk hari esok"
TingGAL bAgaimana kita berani mengepakKan bentangan sayap itU menjadi sebuah rangkaian kepakan sayap yang beGitU indah
maka tak ada salahnya sesekali kita membuat sebuah cAtatan untUk esok hari
sebuah cAtatan kaki di otak kita
tentang sesuatU yang inGin kita lakukan
itU sudah cukup menyetir sayap kebesaran kita terus berkibAr
hingGa tak akan ada pertanyaAn untUk apa kita hidup hari ini
tak ada salahnya kita bermimpi setingGi lanGit
jangan pernah takuT untUk jatUh
karena TUhan sekali pun tak pernah membiarkan kita jatUh saAt kita bermimpi
karena TUhan selalu memberikan pegangan ketika kita merasa rapuh
maka, setelah membAcA tULisan ini
tak usah ragu laGi
untUk segera menyusun sebuah cAtaTan kecil
berisi segala mimPi-mimPi kita
dari hal yang sepele hingGa sepuluh
dan tentU saja mimpi untUk hari esok...
Karena kita harus mempunyai
"sebuah cAtaTan untUk hari esok"
Minggu, 11 Januari 2009
ADUH CAPEK
gimana caranya... ngopi dari word ato yang lainnya ke multiply?
aduh... plis help me...!!!
soalnya ini kok nggak bisa????
aduh... plis help me...!!!
soalnya ini kok nggak bisa????
Langganan:
Komentar (Atom)